Transaksi Kripto RI Anjlok, Ternyata Ini Biang Keroknya!

tautekno.com – Volume transaksi kripto Indonesia mengalami penurunan drastis. Tahun 2022 lalu berada sekitar Rp 290 triliun, anjlok dari 2021 yang mencapai Rp 895 triliun.

Plt Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko menjelaskan salah satu penyebabnya adalah amblesnya nilai token kripto Luna di awal tahun lalu. Masalah tersebut membuat banyak orang jadi berpikir ulang untuk berinvestasi ke kripto.

“Banyak hal, satu kejadian Luna di awal tahun 2022 membuat orang berfikir ulang untuk masuk ke kripto. Kripto sangat volatile,” kata Didid di Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Selain itu, permasalahan lainnya adalah terkait kondisi ekonomi dunia. Saat itu perbankan menaikkan suku bunganya.

Baca Juga:  H-1 Jelang 'Suntik Mati' TV Analog, Apa Efeknya Bagi RI?

“Orang memilih investasi lebih stabil tidak terlalu volatile minat terhadap kripto berkurang,” ungkapnya.

Saat ditanya cara untuk menghindari kejadian serupa, Didid mengingatkan soal rumus 2L. Pertama adalah logis, dia mengimbau investasi tidak memberikan penghasilan tetap.

Masyarakat harus mempelajari lebih dulu konsep koin kripto yang akan diinvestasikan. Termasuk terkait pemilik dibalik proyek koin tersebut.

“Tidak ada investasi tanpa risiko jangan berharap adalah memberikan penghasilan tetap itu ga mungkin teori apapun ga mungkin. Jadi logis aja. Ada yang mengatakan dengan aset kripto 10% itu bohong,” jelas Didid.

“Pelajari dulu, ethereum kayak gimana atau bitcoin kayak gimana. Mau yang koin lokal kayak gimana, proyeknya ada dimana. bisa ga saya percaya”.

Baca Juga:  Smartphone Lipat Oppo Terungkap Spesifikasi Utamanya

Selain logis yang perlu dilakukan adalah legal. Jadi masyarakat perlu bertransaksi pedagang aset kripto yang berizin.

“Kami mencoba bertransaksi pedagang aset kripto yang berizin, ada apa-apa bisa membantu klarifikasi,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *