Mobil  

Toyota Indonesia Gandeng Universitas Diponegoro untuk Hasilkan SDM Industri Otomotif Berkualitas

tautekno.com – JAKARTA – Kunci utama dalam memajukan industri Tanah Air adalah dengan mengembangkan sumber daya manusia yang kompetitif dan inovatif di tingkat pendidikan tinggi. Lulusan pendidikan tinggi menjadi prioritas untuk mendukung efisiensi industri yang dapat meningkatkan daya saing di Indonesia. Salah satu upaya dalam mendukung hal tersebut adalah dengan melakukan perbaikan ekosistem, manajemen riset, pengembangan inovasi dan teknologi dalam kurikulum pendidikan.

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan SDM nasional dengan meluncurkan program Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri. Penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menguatkan kontribusi Perguruan Tinggi sebagai Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi tanah air.

“Sinergi Elemen Pendidikan dan Pelaku Industri melalui Program Sinergi Perguruan Tinggi dan Industri ini harapannya dapat mendukung Transformasi Perguruan Tinggi untuk mencetak lebih banyak lulusan ahli yang cepat beradaptasi dan inovatif dalam menghadapi Kompetisi Era Industri 4.0, ‘Green Economy’, hingga Elektrifikasi yang menjadi tantangan di masa depan,” ujar Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN.

Kerja sama ini fokus pada aspek People Development yakni meningkatkan kapabilitas dan kualitas mahasiswa melalui eskalasi kurikulum serta memberikan pengalaman kerja untuk memperkaya wawasan praktikum yang menjadi syarat mutlak kebutuhan industri. Pada program ini juga akan digalakkan transfer ilmu pengetahuan melalui pelatihan industri dan pemaparan wawasan otomotif dengan Toyota Manufacturing Concept yakni safety, environment, technology serta manajemen industri.

Baca Juga:  Ciri-ciri Minyak Rem Sudah Basi, Segera Ganti Jika Ada Tanda Seperti Ini

Diharapkan para mahasiswa yang ikut dalam program tersebut memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang industri khususnya otomotif nasional. Menurut TMMIN, pada tahun 2030 mendatang Indonesia diperkirakan permintaan SDM yang kompeten akan meningkat khususnya di sektor industri. Potensi ekonomi yang begitu besar tidak dapat diimbangi dengan kurangnya porsi tenaga kerja yang sesuai spesifikasi yaitu SDM terampil dan berpengetahuan serta tanggap dengan teknologi dan digitalisasi.

“Tidak hanya mensyaratkan nilai prestasi akademik di atas rata-rata namun industri juga membutuhkan terobosan dan inovasi dari Akademia yang memiliki pemahaman mendalam mengenai industri agar dapat menjawab tantangan efisiensi industri di era kompetisi yang semakin sengit. Kami mengharapkan kerja sama industri dan akademia dalam ‘people development’ menghadirkan SDM industri yang mumpuni yang mampu mendukung industri Indonesia menjadi lebih efisien dan kompetitif,” kata Bob Azam Direktur Corporate Affairs TMMIN.

Baca Juga:  Uji Coba Sistem ETLE Statis di Jalan Daan Mogot, Polres Metro Tangerang Sebutkan Atasi Peningkatan Pelanggaran Lalin

Transformasi Pendidikan Tinggi Basis Daya Saing Efisiensi Industri Indonesia Mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo dalam Forum Rektor Indonesia. “Di era disrupsi dan hiperkompetisi, banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tapi harus melalui pengalaman nyata. Perguruan Tinggi sebagai ujung tombak lahirnya SDM Indonesia unggul harus mendayagunakan energi dan keberanian untuk melakukan perubahan terus-menerus mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.”

TMMIN juga berharap dengan adanya program ini dapat menjadikan program ini laboratorium terpusat untuk memfasilitasi seluruh siswa dengan beragam latar belakang multi disiplin jurusan teknik di bawah naungan Fakultas Teknik UNDIP. Sehingga mahasiswa dapat mengasah pengembangan dan kemampuannya agar terbiasa dengan kondisi industri yang sesungguhnya.

Program ini juga selaras dengan arahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk mempersiapkan SDM berdaya saing nasional, terobosan skema pembelajaran di UNDIP sebagai salah satu PendidikanTinggi dikembangan dengan metode ‘Kampus Merdeka’. Metode ini menerapkan kebijakan Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan pengalaman lapangan untuk berkarir di masa yang akan datang.ALVANDO NOYA / WH

Baca Juga:  Sukses Viral, All New Honda BR-V Lanjut Diboyong ke Makassar

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *