Mengenal Baterai Lithium Ion dan Cara Kerjanya

tautekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/03/13/Ay6TmsFs/b-honda-accord-0666.jpg”>

Mengenal baterai lithium ion sepertinya tidak begitu seusah, karena saat ini sudah banyak mobil yang memakai baterai ini, baik mobil listrik maupun mobil hibryd, untuk tenaga yang lebih tahan dibandingkan baterai biasa. Baterai lithium ion memang dibuat untuk mengatasi masalah yang ada pada baterai biasa, yaitu masa kerja yang masih pendek.

Masalah baterai biasa

Baterai pada dasarnya adalah eksperimen kumia yang terjadi pada tabung logam kecil. Jika kita menghubungkan kedua ujung baterai ke sebuah alat, misalnya lampu senter, maka reaksi kimia dimulai. Bahan kimia yang ada pada baterai akan mulai bereaksi. Baterai akan menghasilkan arus partikel bermuatan positif, disebut dengan ion dan elektron yang bermuatan negatif.

Baterai biasa hanya memiliki arus satu arah

Namun, yang menjadi masalah adalah reaksi kimia yang terjadi pada baterai hanya bisa terjadi satu kali dan hanya dalam satu arah. Hal inilah yang membuat baterai biasa biasanya tidak dapat diisi ulang dan hanya bisa dipakai dalam waktu yang sebentar.

Baca Juga:  5 Mobil Bekas Murah di Kota Medan Pilihan Cintamobil.com

Baterai isi ulang

Bahan kimia yang berbeda digunakan untuk baterai isi ulang dan keduanya terpisah melalui reaksi kimia yag sama sekali berbeda. Perbedaan yang terbesa adalah reaksi kimia dalam baterai isi ulang bersifat reversible, yaitu saat baterai mengeluarkan reaksi satu arah dan baterai lalu memberikan daya. Reaksi ini bisa terjadi ratusan kali. Jadi baterai ini bisa memberikan dua hingga tiga tahun tambahan.

Cara kerja baterai lithium ion

Seperti baterai lainnya, baterai lithium ion merupakan baterai isi ulang yang terbuat dari satu atau lebih kompartemen pembangkit tenaga yang disebut sel. Setiap sel memiliki tiga komponen: elektroda positif (terhubung ke terminal positif dan baterai), elektroda negatif (terhubung ke terminal negatif), dan zat kimia yang disebut elektrolit di antara keduanya.

Contoh baterai lithium ion pada mobil

Elektroda positif biasanya terbuat dari senyawa kimia oksida lithium-kobalt (LiCoO2) atau dalam baterai yang lebih baru, fosfat besi lithium (LiFePO4). Elektron negatif umumnya terbuat dari karbon (grafit) dan elektrolit bervariasi dari satu jenis baterai dengan baterai lainnya.

Baca Juga:  Punya Kabin Luas, Simak Tips Lengkap Membeli Nissan Serena Bekas

Pergerakan ion (melalui elektrolit dan elektron (mengelilingi sirkuit eksternal yang berlawanan arahnya) adalah proses yang saling berhubungan. Jika ion bergerak melalui elektrolit, electron tidak bisa bergerak sehingga Anda kehilangan kekuatan baterai Anda.

Contoh baterai lithium ion pada Honda Accord 2014

Hal inilah yang membedakan baterai lithium ion dengan baterai biasa. Jika Anda mematkan apapun yang ada pada baterai, aliran elektron akan berhenti begitu juga aliran ion. Baterai biasa hanya menghentikan pemakaian dengan kecepatan tinggi; meskipun baterai dimatikan, aliran tetap menyala, tapi pada tingkat yang lebih lambat meskipun alat tidak terputus.

Berikut penjelasan lengkap tentang cara kerja baterai Lithium ion

Hal itulah yang membuat baterai lithium ion bisa bertahan lebih lama. Baterai lithium ion telah terpasang pada pengendali elektronik yang mengatur bagaimana muatan dan pelepasannya. Mereka mencegah pengisian yang berlebihan dan kepanasan yang bisa menyebabkan baterai lithium ion bisa meledak dalam beberapa situasi.

Baca Juga:  Berencana Jual Mobil Bekas Anda? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *