Memperkirakan Jarak Penggantian Oli Mobil

tautekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/03/25/Ay6TmsFs/d1-b28a.jpeg”>

Interval waktu penggantian oli bergantung pada sejumlah faktor yang menentukan kapan seseorang harus mengganti oli kendaraannya. Sepertinya, setiap orang memiliki jawaban berbeda ketika ditanya tentang kapan mengganti oli mobil. Mengetahui faktor mana yang mempengaruhi kebersihan oli mesin dapat membantu Anda membuat pilihan waktu yang tepat untuk mengganti oli mobil.

Mengenal penggantian oli

Titik mulai paling awal untuk mengetahui pergantian oli adalah melihat buku manual mobil Anda. Biasanya, buku manual menyarankan jarak tempuh antara 5.000 sampai 7.500 mil (8.000 sampai 12.000 km). Pabrikan pembuat mobil tentu saja mempunyai alasan menetapkan angka pergantian mobil ke titik paling tinggi.

Produsen mobil menyarankan penggantian oli setiap 8.000 – 12.000 km

Padahal, rekomendasi pabrik didasarkan pada kondisi mengemudi yang ideal: jalan lurus tanpa hambatan dan lubang, pengemudian jarak pendek, tidak pernah melampaui batas kecepatan dan hal-hal lain yang mungkin susah dilakukan di kondisi jalanan seperti sekarang ini. Karena itu, Anda lebih baik menggunakan jadwal pemeliharaan kondisi terparah, yaitu sekitar 5.000 km.

Baca Juga:  Bubut Rem Cakram Yang Bergelombang, Amankah?

Apa yang mempengaruhi jarak penggantian oli

Jadi, setelah Anda menemukan perkiraan jarak tempuh penggantian oli produsen mobil, ada beberapa masalah yang perlu ditinjau untuk menetapkan jarak tersebut. Pengemudian yang keras merupakan pengaruh paling signifikan terhadap waktu yang tepat bagi Anda untuk mengganti oli mobil Anda.

Kondisi jalan juga mempengaruhi penggantian oli

Faktor keausan menjadi hal utama dalam jarak tempuh penggantian oli. Jika Anda sering berkendara dengan kondisi ekstrim (baik cuaca yang terlalu panas atau dingin), lalu lintas yang penuh dengan kemacetan sehingga Anda harus sering berhenti, jalanan yang berlubang atau berdebu, serta berkendara di jalanan yang mendaki, maka Anda harus lebih sering mengganti oli.

Menurut beberapa mekanik, jenis mengemudi yang paling buruk untuk kehidupan minyak adalah jarak pendek di bawah kecepatan jalan raya atau yang biasa ditempuh pengemudi di jalanan perkotaan yang sering macet. 8.000 km di jalan raya dalam lima bulan lebih baik dibandingkan 2.500 km di jalanan perkotaan.

Baca Juga:  Bagaimana Cara Dunia Menilai Rating Keselamatan Pada Mobil?

Usia mobil dan jarak tempuh mempengaruhi masa pakai oli

Sebaliknya, dan mungkin yang paling jelas, jika Anda tidak terlalu sering mengemudi dan bisa mengemudi dengan lancar, Anda bisa memperkirakan waktu yang lebih lama untuk mengganti oli Anda. Situasi ini membuat Anda bisa mengikuti buku petunjuk dengan mengganti oli sesuai dengan anjuran pabrik.

Selain itu, usia kendaraan juga mempengaruhi waktu penggantian oli. Menurut Ford Motor Company, pengemudi dengan kebiasaan mengemudi khas yang memiliki mobil tahun 2008 atau yang lebih baru bisa mengganti oli mereka setiap 12.000 km perjalanan atau selama enam bulan. Untuk mobil yang lebih tua, dari 2007 ke bawah, penggantian sebaiknya dilakukan setiap 8.000 km atau enam bulan, mana yang lebih dulu tercapai.

Berikut penjelasan waktu yang tepat untuk mengganti oli mobil

Baca Juga:  5 Cara Kreatif Menghilangkan Goresan pada Mobil Tanpa ke Bengkel

Tampaknya, memang ada beberapa perbedaan antara rekomendasi mekanik dan produsen mobil. Karena itu, lakukan penelitian serta kenali dan perhatikan mobil Anda sebelum memutuskan jarak dan kapan mengganti oli mobil.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *