Meminimalisir Kecelakaan, Perhatikan Fitur Bantuan Mobil ketika Hujan

tautekno.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/04/17/Ay6TmsFs/b2-4e68.jpg”>

Terkadang, hujan yang mengguyur jalanan Tanah Air menjadi salah satu momok menakutkan bagi mobil. Jalanan licin atau kaca depan yang berkabut akan mengganggu pengemudian. Karena itu, produsen mobil sudah melengkapi fitur bantuan mobil ketika hujan yang mampu membantu Anda berkendara dibawah deras hujan.

1. Defogger

Masalah yang sering terjadi ketika hujan deras adalah kaca depan yang berkabut. Kabut terjadi karena perbedaan suhu yang signifikan antara temperatur interior mobil dengan suhu lingkungan luar menyebabkan kurangnya visibilitas mengemudi. Terdengar sepele, namun pengurangan visibilitas mampu meningkatkan resiko kecelakaan, terlebih ketika Anda berkendara cukup kencang.

Defogger bertugas untuk menghilangkan kabut pada kaca belakang

Karena itu, produsen otomotif sudah mempersiapkan sebuah fitur bernama rear defogger yang hampir berada pada setiap mobil produksi baru. Cara kerja defogger yaitu berupa kawat pemanas yang berada pada jendela belakang mobil yang mampu mencairkan embun. Pada mobil kelas premium, defogger juga bisa ditemukan pada kaca spion.

2. Heater

Berkendara ketika sedang kedinginan memang tidak mengenakkan. Apalagi ketika hujan, ditambah dengan kemacetan yang sering menghantui pekerja Indonesia ketika pulang kantor. Terjebak di dalam kemacetan dengan kondisi menggigil kedinginan sangat mengganggu.

Baca Juga:  Cara Balik Nama STNK Kendaraan

Fitur heater mampu menghangatkan mobil dengan segera

Tapi jangan takut, banyak mobil yang sudah dilengkapi dengan pemanas kabin atau heater. Sebuah fitur yang diperuntukan bagi mobil yang berada di wilayah empat musim, dimana musim dingin mampu menjadi pembunuh dengan temperatur dibawah nol-nya. Selain heater, mobil keluaran terbaru memiliki fitur bernama climate control yang menyesuaikan heater atau cooler untuk membuat kabin terasa hangat.

3. Rear foglamp

Lampu merupakan salah satu komponen penting pembantu pengemudian, terutama ketika mengemudi di malam hari atau jalan yang berkabut. Dalam kondisi pencahayaan rendah, bahkan lampu belakang butuh untuk bersinar terang agar pengemudi di belakang bisa menyadari keberadaan Anda.

Rear foglamp memberikan cahaya kepada pengendara di belakang

Dengan jarak pandang yang kadang tidak sampai 10 meter, rear foglamp mampu berbicara banyak. Anda bisa menyalakan fitur ini untuk membantu pengendara lain agar bisa menjaga jarak dengan mobil Anda. Setelah itu, Anda harus mematikan fitur ini ketika cuaca kembali cerah, karena tentunya akan menyilaukan pengendaran di belakang Anda.

4. ABS

Hujan dipastikan akan mengubah jalan menjadi salah satu tempat paling licin yang bisa Ada temui. Dengan trek yang licin, roda bisa saja mengalami slip sehingga mobil susah diberhentikan. Akibatnya, kecelakaan tentu saja tidak bisa dihindarkan.

Baca Juga:  Kencang Dan Irit, Inilah 5 Pilihan MPV Bermesin Turbo

Sistem ABS mampu mengurangi resiko slip saat jalanan licin

Sensor ABS atau Anti-Lock Braking System mampu memberikan kenyamanan dalam berkendara ketika hujan. Saat sensor mendeteksi gejala rem mulai mengunci, sistem akan mengurangi tekanan rem sehingga roda dapat kembali berputar sembari terus mengerem.

5. Kontrol traksi

Seperti yang dijelaskan di atas, jalanan licin menjadi salah satu penghalang pengemudi dalam berkendara. Apalagi ketika jalanan menjadi licin, kontrol traksi roda akan berkurang sehingga mempengaruhi pengendalian mobil.

Perbedaan mobil dengan kontrol traksi dan tanpa kontrol traksi

Fitur kontrol traksi yang ada pada mobil keluaran terbaru mampu mengeliminasi pengurangan kontrol taksi roda. Ketika mobil melaju, sistem akan mendeteksi gejala terjadinya slip pada roda. Lalu sistem akan mengaplikasikan rem secara otomatis untuk mendapatkan traksi kembali.

6. ESP

Berikut cara kerja dan perbedaan sistem ESP dan ABS

Sama seperti kontrol traksi, ESP akan menganalisa masukan kemudi, perputaran roda, sampai pergerakan bodi mobil. Ketika sistem menganalisa adanya pergeseran arah laju, fitur ini akan menyala dan mengatur tekanan rem pada keempat roda sehingga menyesuaikan kemudi agar mobil kembali stabil.

Baca Juga:  Ini Deretan Mobil Diesel Bekas Dibawah Rp100 Juta

Dengan peningkatan kecelakaan yang terjadi ketika jalanan licin karena hujan, coba lihat fitur bantuan mobil ketika hujan yang dimiliki mobil Anda agar pengendaraan menjadi lebih mudah. Tapi selalu ingat, meskipun dibantu dengan fitur tambahan, pastikan untuk selalu berkendara lebih defensif ketika hujan melanda untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang tidak perlu.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *