Game  

Lewati UZI, Faker Pecahkan Rekor Total Kill di Worlds 2022

Tautekno.com – Lee “Faker” Sang-hyeok kembali mengukir pencapaian pribadi di scene League of Legends. Midlaner T1 berhasil mencatat total kill terbanyak dalam sejarah Kejuaraan Dunia League of Legends, WORLDS setelah berhasil melewati rekor total kill 350 yang dipegang Jian “UZI” Zihao.

Rekor Uzi mantan AD carry RNG yang terakhir berkiprah untuk BliBli Gaming di LPL memang bertahan cukup lama. Dan, tak banyak pro player berkesempatan mengejarnya. Superstar T1 mengambil rekor total kill usai laga menghadapi Fnatic d putaran kedua Group Stage, di mana ia mengumpulkan 6 kill dan 1 assist dengan 3 deaths.

Catatan rekor baru ini semakin menyematkan Faker sebagai GOAT (Greatest of All Time) League of Legends maupun scene esports dunia. Seperti halnya Puppey yang menjadi The International Immortal di Dota 2, Faker tampil di hampir setiap Kejuaraan Dunia WORLDS sejak 2013, dan hanya absen pada 2014 dan 2018. Pro player asal Korea Selatan berusia 26 tahun telah mengoleksi tiga gelar Worlds, sembilan gelar LCK dan berbagai rekor pribadi, termasuk pemain pertama yang mencatat 100 game di Worlds.

Baca Juga:  [Kaleidoskop 2022] 5 Turnamen Esports dengan Peak Viewes Tertinggi

Terjun ke kancah kompetitif pada tahun 2013, Faker telah menjadi salah satu pemain paling konsisten di dunia, selalu mempertahankan performa terbaiknya bersama rekan satu timnya di T1. Dia adalah pemimpin yang kuat untuk tim, tidak peduli pemain apa yang ada di sekitarnya, dan tahun ini, Faker membimbing rekan-rekan skuad muda di turnamen terbesar dalam karir mereka.

Selama karirnya, Faker telah beradaptasi, mengubah gaya bermain hingga bertukar role ke apa pun demi membantu timnya sukses. Sejak awal kiprahnya Faker memang dikenal lihai memainkan champion carry, tetapi seiring waktu, dia mulai memilih champion dengan gaya suportif seperti LIssandra, Twisted Fate, dan Galio.

Baca Juga:  Akibat Joki Tim Lain, Pemain DOTA Ini di Banned PGL & Valve

The GOAT masih memiliki playmaking yang mencolok seperti Ahri, Akali, dan LeBlanc dalam repertoarnya yang siap menjadi jalan keluar ketika tim membutuhkan perubahan strategi dan draft. Keahlian mekaniknya tidak berkurang, dan itu terlihat dari seberapa sukses timnya sejauh ini di Worlds 2022.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website revivaltv.id. Situs https://tautekno.com/ adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com/ tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *