Heboh Larangan Obat Sirup, Situs BPOM Susah Diakses

tautekno.com – Situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam beberapa hari terakhir berulang kali down. Sepertinya, insiden ini terkait kehebohan soal larangan konsumsi obat berbentuk sirup.

Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara konsumsi dan penjualan produk obat, multivitamin, dan herbal berbentuk sirup sepertinya membuat publik membanjiri situs resmi BPOM.

Dalam dua hari terakhir, situs resmi BPOM berulang kali tidak bisa diakses. Keterangan yang muncul saat mengakses alamat web BPOM.go.id adalah “503 Service Unavailable”.

Kode 503 adalah respons yang diberikan oleh situs web saat server beroperasi normal tetapi tidak bisa melayani permintaan pengguna internet. Biasanya ini terjadi saat server kelebihan muatan karena trafik yang melonjak.

Kemungkinan besar, publik berebut mengakses situs BPOM untuk mencari informasi terbaru soal larangan penjualan dan konsumsi atas obat berbentuk sirup.

Baca Juga:  Microsoft Rilis Windows 10 Build 19043.1348, Ini Hal Baru Yang Dibawa

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan seluruh apotek di Indonesia untuk menyetop sementara semua penjualan obat bebas dalam bentuk sediaan cair atau sirup kepada masyarakat. Selain itu, para tenaga kesehatan juga diminta untuk tidak meresepkan obat-obatan sirup sampai adanya pengumuman resmi dari pemerintah.

Obat yang dilarang untuk dijual termasuk semua jenis obat dalam bentuk sirup atau cair. Larangan ini juga berlaku atas produk multivitamin dan herbal berbentuk cair.

Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai upaya kewaspadaan selagi regulator menyelidiki kasus gangguan gagal ginjal akut progresif atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) yang banyak menyerang anak-anak di Indonesia.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah melakukan pengujian dan sampling terhadap jenis obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG).

Baca Juga:  Intip Fitur Lengkap ‘Media Player’ Windows 11 22H2

Pengujian dilakukan terhadap 39 bets dari 26 sirup obat sampai dengan 19 Oktober 2022. Hasilnya, BPOM menemukan adanya kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas aman pada 5 (lima) produk berikut:

Sesuai acuan Farmakope dan standar baku nasional yang diakui, ambang batas aman atau Tolerable Daily Intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari. Kelima obat tersebut, berdasarkan hasil pengujian, menggunakan EG yang melebihi ambang batas aman.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cnbcindonesia.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Juga:  IME di Windows 11 22H2 Dilaporkan Bermasalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *