Mobil  

Ferrari dan Lamborghini Bakal Dikecualikan Dari Peraturan Emisi

tautekno.com – CALIFORNIA – Pemerintah Italia telah mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk mengecualikan pabrikan supercar di negaranya dari peraturan emisi gas buang tahun 2035. Aturan tersebut di antaranya melarang produksi mobil dengan mesin bakar internal (internal combustion engine – ICE).

Mobil-mobil supercar yang kemungkinan dikecualikan dari aturan itu adalah Lamborghini dan Ferrari. Dan, langkah ke arah itu tampaknya sudah dirintis oleh pabrikan Lamborghini karena pada Car Week di California, malah memperkenalkan Countach versi 2.0 dengan banderol harga US$ 2,4 juta (sekitar 26 milyar). Mesin yang dipakai oleh Countach edisi awal 90-an sama yakni mesin bensin konvensional naturally aspirated. Namun kapasitasnya saja yang berbeda yakni V12 6.5 liter dengan girboks otomatis 7 percepatan.

Seperti dikutip dari website www.thedrive.com, dengan dikecualikannya pabrikan-pabrikan mobil supercar Italia dari aturan emisi gas buang 2035, bukan berarti mereka tidak siap menghadapi era kendaraan listrik. Apalagi tidak siap dengan teknologinya.

Baca Juga:  Ini 3 Merek Mobil dengan Layanan Terbaik versi J.D. Power

Menurut Chief Technology Officer Maurizio Reggiani kepada thedrive.com di Pebble Beach Councours d’Elegance bahwa Lambo akan tetap melanjutkan penggunaan mesin V12. Nah, pernyataan itu tampaknya ada kaitan dengan rencana pemerintah Italia untuk mengecualikan pabrikan supercar dari aturan emisi 2035 tersebut.

Reggiani memiliki pengalaman di Lambo selama 15 tahun. Di tempatkan di departemen yang menangani body dan chassis, powertrain, suspensi sampai elektronika. Dalam pernyataannya, Ia berulang kali menegaskan kalimat “menghargai DNA’ Lamborghini. Pabrikan mobil ini memang dikenal sebagai produsen mobil kencang bertenaga mesin konvensional. Menurut thedrive.com, ucapan Reggiani itu tidak berlebihan dan cukup masuk akal.

“Saya meyakini bahwa apa yang kami jual adalah emosi dan bagian dari emosi itu berasal dari suara mesin. Jadi bagi kami, sangat penting melanjutkan pemakaian mesin V12,” ucapnya. “Suara dan agresifitaslah yang didambakan oleh konsumen dan konsumen ingin mendengar suara mesin mobil Lamborghini.”

Baca Juga:  Berbasis Renault Kwid, DFSK Fengsen EX1 Berbanderol Rp 138 Juta

Komitmen Lamborghini pada emisi gas buang

Sikap itu jangan diartikan Lamborghini sedang melawan perubahan atau melawan gerakan mengurangi emisi gas buang. Justru ujarnya, setiap kemajuan harus dibarengi dengan penyempurnaan performa pada model sebelumnya. Pabrikan Lambo sendiri sudah menyatakan komitmen untuk mengurangi emisi karbondioksida pada tahun 2025 mendatang sampai 50 persen. Fokus pabrikan sekarang ini adalah pada pengembangan mobil plug-in hybrid, kalau soal listrik masih agak jauh.

Salah satu bentuk komitmen Raging Bull dalam pengembangan kendaraan masa depan adalah menjalin kerjasama dengan Massachusetts Institute of Technology di Boston. Universitas Amrik itu pada akhir 2019 telah mengumumkan bahwa pihaknya “telah mengajukan paten bersama untuk material yang berfungsi sebaai base teknologi bagi penciptaan supercapacitor generasi baru.”

Menurut Reggiani, pihaknya sedang membangun teknologi yang lebih canggih lagi bukan sekadar Countach terbaru. Artinya, Sant’Agata akan tetap melanjutkan pengembangan mesin V12 sekaligus juga menetapkan kebijakan baru bagi kendaraan elektrifikasi masa depan. (EKA ZULKARNAIN)

Baca Juga:  Pengertian Hukum Fidusia dalam Sistem Kredit

Sumber: thedrive.com

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *