Mobil  

Di Indonesia Baru Dijual, Nissan Eropa Sudah Siapkan Pengganti Leaf

tautekno.com – YOKOHAMA – Belum lama ini Nissan mengumumkan akan segera memproduksi sebuah crossover anyar bertenaga listrik di pabrik barunya di Sunderland, Inggris. Hal tersebut juga sudah dikonfirmasi oleh bos Nissan Eropa, Guillaume Cartier.

Rencana produksi kendaraan baru Nissan di pabrik Sunderland adalah sebagai kelanjutan dari investasi perusahaan yang mencapai 1 miliar Poundsterling. Investasi ini ditujukan untuk pengembangan mobil listrik di Eropa, salah satunya mobil yang bakal diproduksi adalah crossover terbaru yang digadang-gadang bakal jadi pengganti Nissan Leaf.

Pengganti Nissan Leaf dikabarkan tidak lagi menggunakan bodystyle hatchback tetapi menggunakan DNA crossover sesuai dengan platform CMF-EV hasil kolaborasi Renault-Nissan-Mitsubishi. Nantinya, platform tersebut juga akan digunakan oleh model kendaraan Nissan lain seperti Juke, Qashqai, Ariya dan X-trail yang seluruhnya merupakan crossover.

Selain itu, Nissan dipastikan tidak akan lagi memproduksi kendaraan dengan pembakaran internal di Eropa mengingat peraturan Euro7 yang akan diberlakukan dalam waktu dekat. Nissan juga menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik akan memberikan keuntungan dibandingkan kendaran konvensional. Salah satu faktornya ialah biaya produksi yang menurut pabrikan jauh lebih murah pada kendaraan listrik.

Baca Juga:  Iklan Mobil Toyota Avanza Paling Banyak Dilihat di Youtube

Nissan akan mulai melengkapi seluruh jajaran kendaraannya dengan tenaga listrik pada 2025 mendatang dan menjual kendaraan listrik secara penuh pada 2030 mendatang.

“Pesaing kami memiliki banyak solusi untuk teknologi. Bagi kami, kami memutuskan EV. Kami dulu memiliki teknologi hidrogen di Nissan, dan mungkin di dunia yang berbeda, kami masih memilikinya. Tapi sejauh ini, EV ini adalah aset kami, dan apa yang kami inginkan,” kata CEO Nissan Makoto Uchida.

Uchida juga menegaskan tentang masa depan mobil sport Nissan di Eropa yang saat ini belum diputuskan akan menggunakan EV atau tidak. Namun, saat ini Nissan sendiri terlibat di beberapa ajang balapan “’hijau’, salah satunya Formula E. Nissan telah berkomitmen untuk terus mengikuti balapan tersebut karena dianggap sebagai cara yang bagus mempromosikan ambisi listrik Nissan secara lebih masif lagi.

Baca Juga:  Mercedes-AMG SL Hadirkan Kembali Gaya Soft-Top Klasik, Punya Penggerak 4WD

Nissan akan memastikan segera merilis kendaraan terbarunya yang sekaligus menjadi pengganti Leaf di masa depan. Meskipun beberapa pihak menyebut Nissan termasuk cukup telat untuk memainkan segmen EV dengan meluncurkan EV satu dekade lalu, namun pada akhir tahun Nissan segera menjawab tantangan tersebut.

Sementara itu, Uchida juga menyampaikan bahwa saat ini Nissan tengah menghadapi krisis chip komputer yang berdampak pada lambatnya produksi mobil. Meski demikian, ia tetap optimistis dalam melalui kesulitan ini dan segera mengatasi permasalahan tersebut. “Kami harus beradaptasi untuk cara baru bekerja dengan pemasok dan membuat kemitraan yang lebih kuat,” tutup Uchida. (ALVANDO NOYA/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Baca Juga:  3 Jenis Mobil Yang Bikin Mudik Lebih Hemat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *