DFSK Rombak Gelora E Jadi Ambulans Listrik

tautekno.com – Menggandeng mitra karoseri Cahaya Kurnia Mandiri (CKM), DFSK melakukan modifikasi mobil listrik yang jadi kendaraan niaga ringannya, yakni Gelora E , menjadi sebuah ambulans .

Ambulans listrik berbasis Gelora E ini menjadi yang pertama di Indonesia dan resmi ditampilkan dalam ajang Hospital Expo di Jakarta Cenvention Center (JCC).

Hal ini dilakukan untuk menunjukkan komitmen DFSK memacu era elektrifikasi di Indonesia dengan mengedepankan produk yang fungsional dan aplikatif.

“Ambulans DFSK Gelora E saat ini menjadi ambulans listrik pertama dan satu-satunya di Indonesia, untuk mendukung transisi menuju zero emission,” kata Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi, dalam keterangan resminya, Rabu (19/10/2022).

“DFSK siap membantu mengakselerasi ekosistem kendaraan listrik dengan menyediakan sejumlah teknologi yang bisa dipilih sesuai kebutuhan,” lanjutnya.

Baca Juga:  Marc Marquez Cerita bahwa Kecelakaan di Mandalika Paling Parah

Seperti diungkapkan, Gelora E Ambulans dikembangkan bersama CKM yang memang menjadi karoseri khusus kendaraan ambulans. Lantaran itu, DFSK berani memberikan jaminan dari sisi kualitasnya.

Fiqi mengatakan, Gelora E bisa dijadikan berbagai jenis ambulans menyesuaikan kebutuhan, yakni gawat darurat, transportasi, atau mengantar jenazah.

Dengan dimensi panjang 4.500 mm, lebar 1.680 mm, dan tinggi 2.000 mm, Gelora E juga memiliki ruang kabin yang lapang untuk menampung beragam kebutuhan medis.

Berbekal teknologi pengisian daya cepat sebanyak 20-80 persen, Gelora E diklaim hanya membutuhkan waktu 80 menit dan memiliki jarak tempuh berkendara hingga 300 kilometer (km).


Sementara untuk pengisian reguler, mobil niaga ini digadang-gadang bisa diisi daya menggunakan listrik rumah tangga dengan rata-rata 220V 16A.

Baca Juga:  Penetrasi Mobil Listrik Perlu Dibarengi Industri Daur Ulang Baterai

“DFSK Gelora E cukup membutuhkan biaya energi sebesar Rp 200 per km, atau setara dengan 1/3 dari biaya operasional kendaraan komersial konvensional,” kata Fiqi.

Ambulans berbasis kendaraan bebas emisi memang sudah diterapkan oleh beberapa negara, contoh seperti di Jepang yang menggunakan Nissan NV400 dan Mercedes-Benz Sprinter (eSprinter) di Inggris.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://tautekno.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://tautekno.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *